Tenaga Kerja

Skill IT Jadi Kebutuhan Pokok Diera Digital Dan New Normal
Chandra | Rabu,28 Jul 2021 - 16:44:08 WIB | dibaca: 77 pembaca

Lead of Talent Experience CODEX PT Telkom Indonesia, Sagara Rizal, ST, MT/foto ist

Denpasar, CityPost – Generasi milenial saat ini dihadapkan pada fenomena perubahan zaman dari konvensional menjadi digital. Sebuah fase dimana sistem, informasi dan teknologi menjadi keharusan dan kebutuhan pokok untuk setiap aktivitas dan kegiatan.

Lead of Talent Experience CODEX PT Telkom Indonesia, Sagara Rizal, ST, MT menyampaikan bahwa, saat ini para lulusan sarjana yang ingin cepat mendapatkan pekerjaan adalah mereka yang meguasai bidang IT. Semua akan menjadi mudah untuk mereka, khususnya para Sarjana IT dan ini adalah fenomena era digital sekaligus jawaban dalam beraktivitas pada masa Pandemi Covid19 yang masih terus melanda dunia.

Sagara mencatat, sejauh ini PT Telkom sendiri belum bisa mencapai target merekrut 1000 sarjana dan magister yang diperlukan untuk menunjang platform bisnis Digital Telco Company mereka. Sejak tahun lalu, target itu belum juga terpenuhi.

“Memang kebutuhan 1.000 formasi sarjana dan magister itu untuk semua jurusan. Mulai dari sarjana IT, akuntansi, bisnis, manajemen, psikologi dan lain-lain. Tapi formasi yang paling besar adalah lulusan IT. Ini merupakan tantangan yang besar, dimana lulusan IT sangat terbatas dan sampai  sekarang formasi itu belum terpenuhi, padahal lingkungan kerjanya sudah dibuat sangat fleksibel,” ungkap Sagara dihadapan awal media saat berada di Denpasar, Bali pada Rabu (28/7).

Sagara mencontohkan seperti perusahaan Telkom yang terus mencari lulusan-lulusan IT untuk mendukung bisnis mereka sehingga sarjana IT akan mendapatkan peluang yang lebih besar.

“Karenanya saya menghimbau lulusan IT agar memanfaatkan peluang ini dan bergabung ke PT Telkom, apalagi kerjanya sangat fleksibel,”ujarnya.

Bahkan menurut Sagara, kekurangan tenaga IT juga dirasakan dikalangan lembaga pemerintahan. Seperti Kejaksaan Agung RI. Dia mencatat, selama dua kali melakukan perekrutan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN), jumlah formasi pelamar dari jurusan IT tidak memenuhi target dan hingga kini pihak Kejaksaan Agung masih membuka formasi IT untuk tahun anggaran 2021. Baik untuk lulusan Diploma III, Diploma IV maupun S-1.

Seperti yang dilansir melalui laman resmi Kejaksaan, perekrutan formasi IT itu dilakukan melalui Pengumuman Nomor: PENG-01/Cp.2/06/2021 tentang Seleksi Pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil Kejaksaan RI Tahun Anggaran 2021 tanggal 30 Juni 2021 yang ditandatangani oleh Bambang Sugeng Rukmono, Jaksa Agung Muda Pembinaan selaku Ketua Panitia Seleksi Pengadaan CPNS RI TA 2021.

Sagara mengatakan, dari total 4.148 formasi yang ada, hampir setengahnya atau sebanyak 1.914 formasi disediakan untuk lulusan IT. Alhasil, untuk mencapai target perekrutan, maka pihak Kejaksaan Agung memerintahkan seluruh Kepala Kejaksaan Tinggi di Indonesia agar mensosialisasikan informasi perekrutan itu kepada perguruan tinggi didaerah masing-masing.

Kejaksaan merupakan salah satu potret tentang tingginya permintaan lulusan IT di Indonesia, Sagara menyebutkan, kebutuhan tenaga IT dalam mendukung bisnis juga bisa dilihat dari penutupan 94 kantor cabang Bank BNI diseluruh Indonesia pada tahun 2021 usai akan beralih kepelayanan digital.

“Itu artinya Bank BNI membutuhkan SDM sangat banyak dari latar belakang IT,” tukas Sagara.

Sementara itu, seiring dengan adanya Pandemi covid19 diseluruh dunia, semua manusia kini belomba-lomba menguasai IT dalam menunjang aktivitas kehidupan mereka. Baik untuk bisnis, pemerintahan, dan yang lainnya.

“Proses pembelajaran yang bersifat convensional mulai ditinggalkan dan sudah bealih ke digital. Apalagi IT kini sudah merambah kesegala aspek kehidupan manusia dan sudah menjadi kebutuhan pokok ke 10 atau sepuluh bahan pokok,”terangnya.

Dari pengamatannya, Sagara menilai, dewasa ini fenomena sudah terbalik. Dulu setiap lowongan pekerjaan, orang merekrut tenaga kerja baru sesuai jurusannya. Setelah itu baru dilatih bidang IT. Sekarang terbalik. Mereka merekrut lulusan IT, baru kemudian dilatih untuk bidang-bidang lain.

“Boleh dikatakan, diera New Normal ini, IT is a Must Not Just The Option, IT adalah sebuah keharusan, bukan pilihan,”pungkas Sagara.

Diketahui, saat ini CODEX merupakan lembaga resmi perekrut sumber daya manusia dengan latar belakang Sarjana dan Magister dalam mendukung Departemen Digital Next Business (DXB) PT Telkom guna menunjang perubahan paradigma bisnisnya dari Telco Company menjadi Digital Telco Company. (Chan)

Berita Lainnya
.

Pidato Kenegaraan Jokowi Kenakan Pakaian Adat Sasak
Sidang Tahunan,Ketua MPR Ajak Pemimpin Bangsa Jaga Persatuan
Ketua DPR Harap Aksi Massa Di Manokwari Bisa Diselesaikan
Komite I DPD RI Finalisasikan RUU Daya Saing Daerah
Mahmoud Abbas Pecat Penasehatnya Terkait Dana Kenaikan Gaji