Umum

Harmoko Sosok Humble Dikalangan Wartawan
Chandra | Minggu,04 Jul 2021 - 22:20:54 WIB | dibaca: 151 pembaca

Wartawan Senior Harian Terbit, Rusmin Effendy/foto Masheru citypost

Jakarta, CityPost – Meninggalnya H. Harmoko bin Asmoprawiro pada Minggu (4/7) hari ini di RSPAD Gatot Subroto menyisakan duka yang mendalam bagi kalangan media dan wartawan-wartawan senior yang banyak mengukir kenangan bersama diera pemerintahan Presiden Suharto.

Salah satunya, Rusmin Effendy. Mantan wartawan Harian Terbit ini menilai Harmoko sebagai sosok yang sangat humble dan dekat dengan siapa saja.

"Saya pernah menjadi koordinator wartawan di Depen saat Harmoko sebagai Menpen.  Banyak pengalaman yang tak terlupakan bersama almarhum seperti melakukan kegiatan safari Ramadhan maupun  ke daerah-daerah terpencil," kata dia usai dimintai tanggapan terkait meninggalnya sosok wartawan senior Harmoko oleh citypost.

Rusmin mengatakan, saat menjabat sebagai Menpen, Harmoko adalah satu-satunya sipil yang pernah menjabat sebagai ketua umum Partai Golkar hingga mampu membesarkan gerbong beringin dengan perolehan suara tertinggi dalam pemilu.

"Saya dan beberapa rekan media saat itu masuk sebagai the winning team dan melakukan konsolidasi ke daerah untuk membesarkan partai Golkar. Terbukti hanya di era Harmoko Golkar mampu meraih suara tertinggi dalam pemilu," ujarnya.

Menurut Rusmin, Harmoko adalah tokoh yang dekat dengan wartawan tanpa batas. "Kalau beliau mau pidato justru minta masukan dan saran dari wartawan. Jadi antara wartawan dengan Harmoko tidak ada jarak," jelas dia.

Rusmin mengaku banyak kenangan yang tak terlupakan selama ikut perjalanan bersama Harmoko ke daerah-daerah.

"Saya akui almarhum adalah komunikator yang baik. Beliau menjabat menteri selama tiga periode di masa Orde Baru," ujarnya. (Chan)

Berita Lainnya
.

Qatar Borong Pesawat Tempur Asal Inggris
Warga AS Dihimbau Waspada Terhadap Demo Di Indonesia
Salju Kembali Menjadi Problem Perjalanan Di Wales Inggris
Palestina Dan Israel Kembali Bentrok
Liga Arab Mendesak Donald Trump Mencabut Keputusannya