Umum

BEM UI Bantah Bakal ada Gelaran Aksi 5 Juli
Chandra | Sabtu,03 Jul 2021 - 21:11:43 WIB | dibaca: 130 pembaca

SIluet Pamflet Rilis Pers Bem UI/foto ist SSV twitter @BEMUI_Official

Jakarta, CityPost – Berita tentang akan adanya rencana aksi besar mahasiswa pada 5 Juli 2021 mendatang yang dipicu dari kritikan BEM UI usai melabeli Presiden Joko Widodo dengan julukan The King Of Lip Service dibantah dengan tegas.

Melalui keterangan dan pernyataan resminya, BEM UI menyatakan bahwa berita yang menyebutkan bahwa mereka tidak pernah berencana melakukan aksi pada 5 Juli 2021 dan menyayangkan adanya pencatutan nama BEM UI dalam informasi tersebut.

Kendati demikian, masih dalam pernyataan yang sama. BEM UI tetap menyerukan konsoldiasi kepada mahasiswa untuk tetap melakukan gerakan-gerakan atau mengawal isu dengan memperhatikan kenaikan Covid19.

Sementara, sebagai dukungan dalam percepatan penanganan kasus Covid19 itu sendiri, BEM UI menyerukan kepada mahasiswa UI untuk melakukan vaksinasi. Informasi bantahan itu juga dipublish melalui akun twitter BEM UI Official @BEMUI Official

Berikut 4 poin pernyataan bantahan BEM UI menanggapi adanya berita terkait aksi 5 Juli 2021 mendatang, antara lain;

Pertama, BEM UI 2021 tidak pernah berencana melakukan aksi besar-besaran pada tanggal 5 Juli 2021. Sehingga kami menyatakan bahwa berita tersebut tidak benar. BEM UI 2021 memahami tingginya kasus Covid19 dan menghimbau masyarakat untuk bersama menjaga protokol kesehatan.

Kedua, Menyayangkan adanya pencatutan nama BEM UI oleh media Harian Terbit tanpa berkomunikasi dengan pihak BEM UI 2021 terlebih dahulu.

Ketiga, Mengajak mahasiswa dan masyarakat untuk terus berkonsolidasi mengawal isu melalui gerakan-gerakan yang tetap memperhatikan kenaikan kasus Covid19.

Keempat, BEM UI 2021 saat ini sedang berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengadakan vaksinasi bagi mahasiswa UI sebagai salah satu bentuk dukungan percepatan penanganan kasus Covid19. (Chan)

Berita Lainnya
.

Muncul Asap Solfatara Dan Retakan Pada Gunung Agung
Kodam IX/Udayana Turun Tangan Atasi Pengungsi
Referendum Catalonia Picu Sejumlah Ketegangan Di Spanyol
Duterte Enggan Diperiksa Lembaga Anti Korupsi
Trump Enggan Komunikasi Dengan Korut