Lingkungan

Tonase Sampah Plastik Indonesia Masih Jadi Masalah
Chandra | Rabu,23 Jun 2021 - 19:26:38 WIB | dibaca: 99 pembaca

Ilustrasi Gambar/foto ist SSV Youtube Umi Purwanti

Jakarta, CityPost – Keberadaan sampah plastic di Indonesia kembali disorot usai dinilai masih menjadi masalah yang perlu perhatian serius karena tidak terkelola dengan baik dan masih banyak yang dibakar diruang terbuka hingga memicu terjadinya polusi udara.

Hal itu ditegaskan oleh The National Plastic Action Partnership (NPAP) seraya melaporkan saat ini ada sekitar 4,8 juta ton sampah plastic pertahunnya yang belum dikelola dengan baik.

Project Manager OPPA,  Duala Oktoriani menegaskan, sampah yang tidak dikelola dengan layak ditempat pembuangan resmi ada 13 % dan sisanya telah mencemari saluran air dan laut yang mencapai 9 %. Sedangkan yang dibakar diruang terbuka mencapai 48%.

Mengacu pada data itu, kata Oktoriani, artinya jumlah sampah plastic masih meningkat di Indonesia dengan angka peningkatan mencapai 5 % pertahunnya. Karena itulah, menurutnya penting juga meningkatkan peran para pekerja sektor informal dalam ekosistem pengelolaan sampah nasional.

“Untuk pengelolaan sampah plastic saja misalnya, data NPAP mengatakan sektor ini mengumpulkan lebih dari 1 juta ton sampah plastic, dengan sekitar 500.000 ton sampah plastik (atau 7 % dari total sampah plastik nasional) didapatkan langsung dari daerah pemukiman dan 560.000 ton plastic dari lokasi transit dan tempat pembuangan akhir,” ungkap Oktoriani di Jakarta pada Rabu (23/6) lalu.

Untuk menyelesaikan sampah plastik ini, Oktoriani menyerukan pihak terkait melibatkan sector informal dan memaksimalkan kontribusi pekerja informal dalam mengurangi polusi plastik.

 Sementara itu, rencana aksi multi stakeholder NPAP juga mengusulkan agar mengintegrasikan dan mendukung pekerja informal dalam system pengelolaan sampah dan daur ulang dengan memperhatikan standar kondisi kerja, lingkungan kerja yang aman, bermartabat dan upah yang layak. Setelah itu merancang system pengelolaan sampah melibatkan sektor informal tadi dalam pengumpulan dan pemilahan sampah plastik.

Dijelaskan saat ini NPAP Indonesia tengah bekerjasama dengan World Economic Forum dan The Ocean Plastic Prevention Accelerator (OPPA). Pembahasan sampah plastik itu juga dikomunikasikan dalam acara The Informal Plastic Collection Innovation Challenge (IPCIC).

Melalui forum kegiatan itu disampaikan ada sebanyak 78 inovator yang terlibat didalamnya untuk bidang pengelolaan sampah dan telah memberikan solusi melalui situs penyelenggara sejak 23 Maret 2021 hingga 9 Mei 2021 lalu.

Dari 78 inovator, 12 diantaranya terpilih untuk mendapatkan dukungan melalui program akselerator selama tiga bulan dalam meningkatkan kualitas solusi, mempersiapkan mereka masuk kepasar Indonesia dan menghubungkan dengan calon partner atau investor.

Berikut 12  inovator itu antara lain, Duitin, Griiya Luhu, Kabadiwalla Connect, NEPRA, Octopus, Plastic Bank, Rekosistem, Second Life Ocean, Seven Clean Seas, The Kabadiwalla, ZeWS-Trashcon. (Chan/ist)

Berita Lainnya
.

Serangan Idlib Bisa Beresiko Memicu Bencana
Khawatir Bahaya, Demark Larang Peredaran Mainan Anak Squishi
XI Enggan Hadiri HUT Korea Utara
Jerman Dukung Penyelesaian Krisis Teluk
Serangan Idlib Buat Tiga Negara Gelar KTT Darurat