Lingkungan

Rentan Terpapar Covid, UPTS Beri Atensi Petugas Kebersihan
Agus | Rabu,09 Jun 2021 - 18:59:22 WIB | dibaca: 103 pembaca

Ilustrasi Gambar/foto ist Agus citypost

Jakarta, CityPost – Peran para petugas kebersihan digarda terdepan dalam penanganan sampah yang bersumber dari berbagai lapisan masyarakat. Saat ini sama penting dan beresikonya seperti para petugas medis dilapangan. Selain bisa berpotensi terpapar virus Covid19, mereka juga rentan mengalami penurunan kesehatan.

Diketahui, tugas keseharian petugas kebersihan secara intens melakukan pengumpulan hingga pengangkutan sampah mulai dari rumah hingga sampai Tempat Penampungan Sementara (TPS) dan terakhir sampai di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) seperti TPA Bantargebang.

Kepala Unit Pengelolaan Sampah Terpadu (UPST) Bantargebang, Asep mengatakan ditengah situasi pandemi Covid19 sekarang ini, resiko para petugas kebersihan sangat rentan terpapar virus corona pasalnya mereka juga harus menangani sampah masker, sarung tangan dan Alat Pelinding Diri (APD) yang mungkin saja sudah tercemar Virus Corona.

“Oleh karena itu petugas kebersihan harus mendapat perhatian khusus dan harus diprioritaskan pemerintah untuk mendapatkan vaksin, mengingat mereka bersentuhan langsung dengan sampah,” ungkap Asep melalui pesan singkat kepada CityPost.

Asep mengatakan, hingga sampai saat ini pihaknya intens memberikan instruksi kepada para pegawai untuk terus menerapkan 5 M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan dan Mengurangi Mobilitas). Selain itu, asep juga menyampaikan bahwa para pegawai disarankan untuk membawa peralatan ibadah dan perlengkapan makan sendiri. 

Diketahui, UPST Bantar gebang secara rutin juga melakukan penyemprotan (desinfeksi) pada ruang kerja. UPST juga mengingatkan pegawai yang memiliki riwayat penyakit komorbid, kontak erat dengan penderita Covid-19, atau mengalami sakit dengan gejala-gejala yang mengarah kepada Covid-19 untuk melaporkan kondisi kepada atasan, jelas Asep lebih lanjut.

Terkait strategi khusus yang diterapkan oleh UPST Bantargebang untuk meminimalisir penularan Virus Covid -19, Asep mengatakan bahwa UPST telah menyediakan kran cuci tangan di beberapa titik. Hal itu dilakukan untuk memberikan kemudahan bagi para pegawai dalam menjaga kebersihan. Di samping itu, para petugas lapangan juga diwajibkan untuk selalu mengenakan alat pelindung diri (APD) yang memadai ketika bertugas di lapangan, jelasnya.

Dilain sisi tidak bisa dipungkiri bahwa masih banyak warga sekitar UPST Bantargebang seperti pemulung yang mencari nafkah ditengah-tengah timbunan sampah. Oleh sebab itu, pihak UPST Bantargebang nenjalin kerjasama dengan Ikatan Pemulung Indonesia (IPI) cabang Bantargebang agar mengingatkan anggotanya untuk tetap meningkatkan kehati-hatian, menerapkan protokol kesehatan, serta mengenakan pakaian kerja yang memadai ketika bekerja di lapangan. 

"Pemulung juga dapat memanfaatkan fasilitas kran cuci tangan yang tersebar di beberapa lokasi di area TPST Bantargebang" tutur Asep.

Sementara itu, salah satu warga (pemulung) yang namanya enggan untuk disebutkan yang diwawancara oleh citypost.id mengatakan bahwa ketakutan akan bahaya virus Covid-19 setiap saat datang mengancam terutama saat mereka  melakukan aktifitas terlebih mereka belum divaksin.

"Setiap saat merasa was-was, tapi kita tidak punya pilhan, karna penghasilan kita berasal dari sampah" tandasnya.

Untuk mengurangi rasa khawatir akan bahaya virus tersebut, warga tersebut menginginkan agar pemerintah memberi perhatian khusus yang salah satunya melalui program vaksinasi. (Agus)

Berita Lainnya
.

Google-JD.com Suntik Rp13,7 Triliun ke Gojek
Kuburan Masal Korban Elnino Ditemukan Warga
Anastasia Dibungkam Terkait Informasi Milyarder
AS Tentukan Syarat Jika Ingin Pasukannya Ditarik
AS Diminta Akui Kemajuan Teknologi China