Sulawesi

Harga dan Stock Sembako Di Poso Masih Aman Selama Ramadhan
Hendra | Selasa,27 Apr 2021 - 15:10:19 WIB | dibaca: 97 pembaca

KADIS Ketahanan Pangan Rusnah Mangun saat bersama salah seorang anggota Kelompok wanita tani (KWT) di Desa Bangun Jaya Kec Pamona Selatan, Kab. Poso/ Foto Hendra CityPost

Poso, CityPost – Pemerintah Daerah Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah melalui Kepala Dinas Ketahanan Pangan Rusnah Mangun S.E, menyampaikan bahwa pihaknya sudah mengantisipasi lonjakan harga ataupun kelangkaan sembilan bahan pokok (sembako-red) yang biasanya terjadi selama Ramadhan hingga Idul Fitri.

Rusnah mengatakan kondisi harga 11 bahan pokok di Poso sejauh ini masih stabil namun ada lonjakan harga ayam potong karena meningkatnya kebutuhan pangan itu selama bulan Ramadhan tahun ini.

“Dari hasil pelaksanaan pemantauan dan pengecekan oleh petugas kantor Dinas Ketahanan Pangan bagian Seksi Distribusi dan harga pangan terkati Komoditi Harga 11 kebutuhan pokok diwilayah Kabupaten Poso semua masih relatif stabil dan lonjakan terjadi hanya pada kebutuhan ayam potong selama Ramadhan,” ungkap Rusnah kepada wartawan citypost di Poso pada Selasa (27/4).

Alumni Mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako, Palu ini mengaku sudah tiga tahun dipercaya menjadi Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Poso, karena itu dirinya memiliki kewajiban untuk memastikan harga kebutuhan bahan pokok dalam kondisi aman. Baik dari sisi kualitas maupun kuantitas agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Jika terjadi lonjakan harga maka untuk mengantisipasinya, Dinas Ketahanan Pangan akan melakukan koordinasi dengan dinas terkait lainnya seperti Dinas Pertanian, BULOG maupun Disperindag untuk mengadakan operasi pasar ataupun menggelar pasar murah disejumlah lokasi,” jelas Rusnah yang akrab disapa bunda Rus.

Bunda Rus juga menegaskan pihaknya akan selalu melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri agar bisa mengantisipasi kenaikan harga jual yang mungkin terjadi sehingga hal itu bisa diantisipasi dan harga jual dipasaran masih bisa dijangkau oleh masyarakat.

Sementara itu, dari pantauan sejumlah awak media di Poso. Hingga kini stock 11 bahan pokok dan harga jual yang berkembang masih relatif aman dan mencukupi hingga menjelang perayaan lebaran nanti. Namun biasanya lonjakan harga terjadi pada H-7 Idul Fitri disebabkan karena adanya pedagang yang menimbun barang dan mempermainkan harga.

Informasi lainnya dari Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Poso juga menyampaikan bahwa harga dan stock 11 bahan pokok baik yang ada dipedagang pasar maupun pengecer rumahan, semua masih stabil dan aman.

“Harga sembilan bahan pokok, daging ayam, daging sapi, sayur mayur, buah-buahan, minyak kelapa dan minyak tanah masih dalam ambang batas stabil. Disperindag Poso akan berkoordinasi dan kerjasama dengan BULOG serta unsur terkait untuk mengantisipasi jika adanya lonjakan harga yang terlalu tinggi jelang Idul Fitri nantinya,” tukas pihak Disperindag.

Untuk harga bahan pokok di Kabupaten Poso itu sendiri sangat bervariasi dari harga pasaran yang berkembang di pasar-pasar tradisional yang ada seperti, harga bawan merah berkisar antara Rp. 28.000 sampai dengan Rp 30.000 perkilonya. Bawang Putih Rp 25.000 perkilonya, Cabe Rawit Rp 60.000 sampai dengan Rp 70.000 perkilonya.

Kantor Dinas BULOG Kabupaten Poso menyampaikan, untuk ketersediaan dan ketercukupan kebutuhan masyarakat pihaknya sudah menyediakan stok beras dan gula yang cukup. Jenis Beras Premium dijual dengan harga Rp 8.500 perkilonya dan harga gula yang lebih murah dari harga pasar.

“Rencananya Dinas Disperindag dan Bulog bersama unsur terkait lainnya akan menyelenggarakan Bazar atau Pasar Murah didua tempat jika mendapatkan izin dari Bupati Poso dan akan digelar ditanah lapang depan kantor DPRD di RTH Taman Kota Poso dengan mengikuti aturan protokol kesehatan,”pungkasnya.

Menjelang Idul Fitri 1442 hijriah, Disperindag juga akan melakukan pemantauan harga jual pedagang pasar di pasar Tentena, pasar Pendolo, pasar Tradisional diarea RTH dan Jalan Pulau Irian serta pasar Tradisional didekat Perum Damri.

“Pemantauan akan dilakukan bekerjasama dengan dinas Satpol PP, Kesbangpol dan Polri yang menangani bidang Ketahanan Pangan,”kata Disperindag. (Hendra)

Berita Lainnya
.

Tawarkan Layanan Cloud, Zettagrid Kembali Buka Data Center
Disrupto, Kegiatan Movement Disrupsi Startup Industri
Gogobli Gelar Program Crazy Shopping Selama 30 Hari
Apple Akan Luncurkan Earphone Nirkabel AirPod 2 Akhir 2018
Google Maps Bakal Hadirkan Fitur Pesan Antar Pengguna