Sulawesi

Warga Tantena Unjuk Rasa Terkait Konflik Tanah Poso Energi
Hendra | Minggu,21 Feb 2021 - 20:36:27 WIB | dibaca: 123 pembaca

Warga Tantena tutup akses jalan ke PT Poso Energi minta perusahaan selesaikan ganti rugi sengketa tanah/foto Hendra CityPost

Poso, CityPost - Konflik di bidang pertanahan, di berbagai daerah antara rakyat dan perusahaan sepertinya tidak kunjung reda, yang di latar belakangi perbedaan sudut pandang terkait legalitas kepemilikan atau Alas Hukum status pertanahan warga melawan perusahaan.

Salah satunya seperti peristiwa di Desa Sulewana Kecamatan Pamona Selatan, Tantena Kabupaten. Poso. Masyarakat setempat saat ini memilih melakukan aksi unjuk rasa dalam menyampaikan aspirasi mereka dalam memprotes aktivitas perusahaan PT. Poso Energi.

Aksi demonstrasi warga Tantena ini digelar pada Minggu (21/2) pukul 11.30 WITA hari ini dengan menutup akses masuk menuju lokasi PT. Poso Energi (PT Bukaka) dan akses Jalan Trans Sulawesi, Desa Sulewana, kecamatan Pamona Utara Kabupaten Poso dengan pemalangan jalan.

Dari pantauan awak media, warga yang berunjuk rasa ada sekitar  50 orang dipimpin oleh LSM Lingkungan Hidup Kota Poso, Syarifudin.

Sementara itu, informasi dari seorang warga yang namanya enggan disebutkan mengatakan bahwa aksi pemalangan jalan dilakukan sebagai dampak bentuk protes ketidak puasan rakyat karena tidak kunjung selesainya konflik pertanahan antara warga desa dengan perusahaan PT. Poso Energi (PT. Bukaka) yang bergerak di bidang PLTA tersebut.

Bahkan warga itu menuding pemilik perusahaan mendapat beking dari mantan Wakil Presiden Indonesia, JK.

Sedangkan pihak perusahaan disebutkan juga sudah menggugat masyarakat melalui Pengadilan Negeri Poso dengan menyudutkan warga seolah terjadi penguasaan tanah milik perusahaan oleh warga padahal terdapat permasalahan lainnya di antaranya terkait keberadaan Karamba Ikan Mujaer milik warga di aliran sungai yang di gunakan perusahaan dan di anggap merupakan hak milik perusahaan sehingga warga merasa keberatan dan melakukan protes apalagi pihak perusahaan tidak mau memberikan ganti rugi tanah yang menjadi sengketa sesuai tuntutan warga Desa Sulewana.

Saat ini warga menutup akses jalan masuk menuju lokasi perusahan PT. Poso Energi 2 dengan cara membakar potongan-potongan kayu dan warga juga melakukan pengusiran terhadap petugas Pertanahan Pemkab Poso dan pihak perusahaan Poso Energi yang diketahui bernama Irwan saat keduanya sedang melakukan aktivitas pengukuran tanah yang akan dibuat sertifikat versi perusahaan. Disebutkan juga tanah itu sudah dibebaskan.

Ketua LSM Lingkungan Hidup Kabupaten Poso Syarifudin mengatakan legalitas tanah itu sampai saat ini masih sengketa dan seharusnya saat di lakukan kegiatan pengukuran tanah, harus melibatkan semua unsur terkait yaitu pihak yang bersengketa disaksikan pihak pemerintah Desa Sulewana, bukan dilakukan diam-diam saat warga sedang melakukan Ibadah di Gereja.

Sejauh ini, persiteruan sengketa tanah antara perusahaan dan warga masih jauh dari titik temu, pasalnya pihak kuasa hukum PT Poso Energi, Albert Sinai gagal mencapai kesepakatan dari negosiasi yang dilakukan dengan perwakilan warga.

Disebutkan, saat ini warga menuntut PT. Poso Energi untuk segera memulangkan Irwan yang bertindak sebagai pengurus sertifakat tanah dan tidak lagi berada di perusahaan PT. Poso Energi. Selain itu mereka juga meminta pihak perusahaan segera menyelesaikan kewajibannya membayar semua ganti rugi yang berkaitan dengan permasalahan masyarakat . (Hendra / Jurnalis City Pos Sulteng).

Berita Lainnya
.

Pengamat : Bukti Link Berita BPN Ke MK Dinilai Lemah
Seorang Isteri di Aceh Sumbang Mahar Nikah Untuk Palestina
Instagram TV Hadirkan Fitur Video Format Landscape
Pesan Makanan Kini Bisa Lewat Google Maps
Politisi PDIP Dukung Polisi Tangkap Penyebar Hoaks