Perdagangan

PSBB, Pasar Tanah Abang Dipadati Pengunjung
Chan | Senin,18 Mei 2020 - 20:44:52 WIB | dibaca: 287 pembaca

Pengunjung padati Pasar Tanah Abang 5 hari sebelum lebaran/foto ist kompas tv

Jakarta, CityPost – Lima hari menjelang Hari Raya Idul Fitri, kawasan perniagaan Pasar Tanah Abang kembali dipadati oleh pengunjung yang hendak membeli keperluan untuk berlebaran. Peristiwa ini terjadi ditengah masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan oleh Pemerintah Pusat dan Provinsi DKI Jakarta.

Menanggapi keramaian yang terjadi, Camat Tanah Abang, Yassin Passaribu mengaku pihaknya bersama jajaran Satpol PP sudah terus melakukan penertiban kepada para pedagang yang masih nekad membuka kiosnya. Namun, dia juga mengaku kewalahan dalam melakukan sidak dilapangan.

“Sampai lebaran dan hingga PSBB usai, meski belum maksimal kami upayakan terus untuk tetap melakukan penindakan,” tegas Yassin di Jakarta pada Senin (18/5).

Yassin mengatakan saat ini pihaknya sudah menerjunkan 60 personel Satpol PP untuk menertibkan ratusan pedagang yang mulai menjamur kembali di Pasar Tanah Abang.

“Sebenarnya pembeli yang datang itu penyebabnya. Kalau tidak ada pembeli, para pedagang juga sepi. Sekarang pembeli berdatangan ya pedagang pada buka,” tukasnya.

Menurut Camat Tanah Abang, Pasar Tanah Abang kembali dipadati pembeli sejak Rabu (13/5) lalu. Kemudian jumlah pengunjung meningkat pada Senin (18/5).

“Mulai buka itu mulai 5 hari yang lalu. Puncaknya itu hari Sabtu kemarin sudah mulai ramai. Minggu mulai meledak, hari ini juga begitu. Pembeli rata-rata berasal dari Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi,” tukasnya.

Kendati demikian, Yassin mengaku sudah melakukan penindakan dengan melakukan pemeriksaan berita acara tetapi tidak melakukan penyitaan barang dan tidak melakukan aksi kekerasan terhadap para pedagang.

“Pengunjung dan pedagang kita (catat di) berita acara pemeriksaan (BAP) namun memang kalau perlawanan tidak ada, karena mereka (pedagang) sebenarnya sadar dan tahu (akan peraturan) tapi memang terpaksa berjualan begitu. Kita juga tidak melakukan penindakan yang sifatnya penyitaan karena bagaimanapun kita berusaha untuk menjaga agar mereka tidak terlalu rugi,” jelasnya. (Ret/ist)

Berita Lainnya
.

Dokter Reisa Pesan Jadilah Pelindung Keluarga Dari Covid19
Kasus COVID-19 Sudah Tembus 40 Ribu Lebih
Puan: Protokol Kesehatan di Rumah Dan Sekolah Saling Terkait
DPR Minta Kemensos Perbarui Data Penerima Bansos
Kemendikbud Harus Kaji Kesiapan Dan Jaminan Keamanan Siswa