Politik

PDIP Tuding Sri Bintang Akan Gagalkan Pelantikan Jokowi
Hen | Senin,09 Sept 2019 - 17:02:55 WIB | dibaca: 78 pembaca

Sri Bintang Pamungkas/foto ist

Jakarta, CityPost – Pernyataan aktivis 98 Sri Bintang Pamugkas yang videonya viral membahas tentang pengaruh negara asing Cina dalam menguasai pulau Jawa hingga dia menyebutkan alasan itu sebagai acuan agar Jokowi mengundurkan diri sebagai Presiden RI.

Menanggapi pernyataan Sri Bintang, politisi PDIP Arteria Dahlan membalas dengan menyindir aktivis itu bahwa dia ingin menggagalkan pelantikan Presiden Joko Widodo yang akan dilakukan pada 20 Oktober 2019 mendatang.

Menurut Arteria, pernyataan itu memiliki konsekuensi hukum pasalnya menyinggung dan terkait Presiden terpilih Joko Widodo.

“Saya pikir itu kita katakan ini negara hukum. Pendapat beliau punya implikasi hukum, karena enggak hanya bicara Jokowi secara personal tapi bicara Jokowi sebagai Presiden terpilih,” ungkapnya di Menteng Jakarta Pusat pada Sabtu (7/9) lalu.

Arteria menegaskan ucapan Sri Bintang tidak pantas diucapkannya dan hal itu bisa memunculkan polemik baru di Indonesia.

“Saya ingin yang bersangkutan merenungkan kembali pendapatnya. Masa anak bangsa sendiri melontarkan pernyataan yang saya katakan menimbulkan polemik baru yang enggak penting,” ujarnya.

Indonesia saat ini butuh suasana damai, kata Arteria pasalnya belakangan ini Indonesia sedang diuji oleh berbagai ujian terkait kebangsaan seperti masalah di Papua dan Papua Barat serta persoalan disintegrasi bangsa lainnya.

“Kita ini butuh yang namanya keheningan, semangat mempersatukan. Kalau boleh saya mohon semua kita ini saling satu frekuensi agar suasana makin sejuk dan adem ayem. Khususnya jelang pelantikan Presiden,” ujarnya. (Hen/ist)

Berita Lainnya
.

Gempa 4,8 SR Guncang Maluku Tenggara Barat
Seluruh Gerbang Tol Akan Terapkan Sistem Pembayaran Non Tunai
?Wali Kota Semarang Kampanye Gerakan Lawan Vandalisme
Personil Attomic Kitten Ingatkan Tato Henna Berbahaya Untuk Anak
Disdukcapil Yogyakarta Akan Mendata Penduduk Non Permanen